| BANTUAN PERANGKAT CAP DI MOROTAI, UNTUK KELANCARAN INFORMASI DI DAERAH PERBATASAN.
|
Morotai, (APTEL)- Departemen Komunikasi dan Informatika melalui Ditjen APTEL, memberikan bantuan perangkat CAP kepada SMU Muhammadiyah khususnya dan masyarakat Morotai Selatan pada umumnya. Peralatan komputer lengkap dengan printer, server, ups, modem, camera digital dan jaringan ini diberikan untuk masyarakat yang ada di daerah perbatasan guna membantu terwujudnya kelancaran arus informasi di daerah perbatasan, sehingga masyarakat Morotai dapat sejajar dengan daerah lainnya. Selain itu dengan lancarnya arus informasi di daerah perbatasan diharapkan pula menumbuhkan kembali semangat patriotisme untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI. Hal itu dikatakan Direktur Pemberdayaan Telematika Bambang Soeprijanto dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Bambang Tri Santoso Sebagai Pimpinan Tim Penyerahan Perangakat CAP di Morotai, pada acara Bimtek dan penyerahan secara simbolis perangkat CAP di Rumah Dinas Camat Morotai Selatan Kamis, (4/12).
”Untuk menuju masyarakat informasi Indonesia maka semua warga masyarakat Indonesia baik yang ada di perkotaan dan pedesaan bisa mengenal dan memanfaatkan teknologi informasi sehingga kesenjangan digital yang selama ini mengganga lebar antara pusat dan adaerah, antara kota dan desa, antara laki-laki dan perempuan sedapat mungkin diminimalisir.”katanya.
Lebih lanjut dikatakan, bantuan CAP ini ditekankan bukan saja untuk SMU muhammadiyah tetapi pada umumnya untuk akses informasi bagi masyarakat Morotai Selatan. SMU Muhammadiyah kedepan diharapkan akan menjadi pusat pelatihan dan pengenalan Teknologi Informasi bagi masyarakat Morotai Selatan. Ditambahkan pula bahwa komputer Desbook ini merupakan produk terbaru salah satu pemegang merk tertentu dimana kantor-kantor pemerintah di Jakarta saja belum banyak yang memakai komputer jenis ini, termasuk di Depkominfo sendiri. Tetapi karena kecintaan terhadap masyarakat perbatasan maka Komputer ini diberikan untuk masyarakat Morotai Selatan yang merupakan pulau terluar berbatas dengan Philipina.
Sementara itu Kepala SMA Muhammadiyah Morotai Selatan Fachri Thaib BA.. Dalam sambutannya mengatakan bahwa SMU Mohammadiyah Morotai Selatan seperti mendapatkan keajaiban, karena tidak disangka akan mendapatkan bantuan perangkat komputer tercanggih dan sekarang sudah ada di Morotai. Kepala sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah melalui Depkominfo yang telah memberikan bantuan. Ia juga mengatakan bahwa bantuan ini tidak hanya diperuntukan kepada SMU Muhammadiyah tetapi secara luas diperuntukan bagi masyarakat Morotai Selatan.
Camat Morotai Selatan Drs.Lukman Sy. Badjak Dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Morotai Selatan, dan secara resmi Pemerintah Kecamatan Morotai Selatan juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat kepada daerah perbatasan dan menyambut sangat antusias dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat melalui bantuan program CAP untuk daerah perbatasan. Perangkat ini akan dipergunakan untuk mengembangkan teknologi informasi di daerah Morotai Selatan.
Penyerahan CAP
Penyerahan secara simbolis perangkat CAP dari Depkominfo diwakili oleh Bambang Tri Santoso kepada Camat Morotai Selatan Drs. Lukman SY,Badjak yang diteruskan kepada Kepala SMU Mohammadiyah Morotai Fachri Thaib BA, dilanjutkan penanda tanganan BAST, Mou, Perjanjian Kerja Sama serta dilanjutkan dengan pembukaan Pelatihan/bimtek dengan tema: ”Bimbingan teknis pemanfaataan perangkat komputer jaringan berbasis open source sofware pada implementasi CAP dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi kesenjangan digital dan mengentaskan kemiskinan di daerah perbatasan”. Hadir dalam acara tersebut Camat Morotai Selatan, Danrem Morotai Selatan, Kapolsek Morotai Selatan, Kepala Cabang Diknas, tokoh Agama, Guru SMA Muhammadiyah, Guru Madrasah Aliyah, siswa/siswi pelajar dan pihak Telkom Morotai.
Pelatihan
Seusai penyerahan secara simbolis diteruskan dengan pelatihan atau bimbingan teknis pemanfaatan perangak CAP. Instruktur Bimtek dari Komunitas Pemuda Telematika Indonesia yang menyampaikan beberapa materi pengenalan komputer berbasis open source, seputar CAP, pemberdayaan masyarakat dengan telecenter dan bagaimana mensiasati biaya akses yang tinggi, dengan gotong-royong (konsep RT/RW net). Mengenal. Web. Blog. Email, Cathing dan lainnya.
Pertanyaan dari peserta antara lain, kapan pemerintah bisa menyediakan sarana dan prasarana khususnya jaringan di Morotai, karena selama ini mereka yang sudah melek internet harus pergi ke Morotai hanya untuk sekedar membuka email dan kebutuhaan lainnya dengan biaya 10 rb /jam. Ongkos yang tidak sebanding dengan yang dikeluarkan untuk biaya perjalanan naik Speedboarf dan Becak Motor (Bentor) Moratai - Tobelo PP. Menjawab pertannyaan diatas tim Depkominfo mengatakan bahwa, Depkominfo melalui Ditjen Postel dengan program USO akan membangun akses telepon perdesaan dan Desa Pinter (Desa Punya Internet) untuk mengkafer 40.000 desa tertinggal di Indonesia yang terbagi menjadi 11 blok yang pelaksanaan lelangnya sempat gagal ditahun 2007 lalu. Selain itu Depkominfo juga membangun satelit Palapa Ring yang akan mengkafer seluruh wilayah nusantara. Sehingga kedepan akses internet diharapakan tidak akan menjadi kendala lagi bagi daerah-daerah terpencil, perbatasan dan tertinggal. (Tny).
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|