Lampung, (APTEL) – Dengan dilandasi semangat Kartini diharapkan pada era konvergensi ICT, kaum wanita tetap terus berjuang memperoleh haknya untuk mensejajarkan diri dengan kaum laki-laki yaitu dengan penguasaan ICT. Dengan menguasai ICT, kaum wanita mempunyai kesempatan seluas-luasnya dalam mengakses informasi karena ICT bukan milik kaum laki-laki saja. Perlu langkah-langkah strategis untuk mendorong kaum wanita dalam menghadapi era konvergensi. Hal tersebut perlu dilakukan motivasi dan pelatihan-pelatihan ICT yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya. Diharapkan kaum wanita Indonesia bisa melek ICT, sehingga bisa meningkatkan diri dalam mengejar ketertinggalannya. Hal itu merupakan pokok-pokok pikiran yang mengemuka dalam dialog interaktif pengenalan ICT oleh Ditjen Aptel Depkominfo, di RRI dan TVRI Lampung, Rabu (4/5). Dialog interaktif ini masih satu tema dalam rangka memperingati Hari Kartini dan 100 Tahun Kebangkitan nasional yakni ”Semangat Kartini dan Kebangkitan Nasional Kita Menuju Keunggulan Bangsa dalam era Konvergensi ICT”. Peran wanita saat ini telah lebih maju, karena kaum wanita saat ini telah banyak memahami dan belajar ICT dan dapat dikatakan sebanding dengan kaum laki-laki.Saat ini ICT tidak menjadi monopoli kaum laki-laki namun kaum wanita telah banyak menguasai ICT. Sebagai contoh 30 % dosen pada Universitas Lampung Fakultas Teknik Elektro adalah wanita. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa ICT pada saat ini bukan lagi menjadi monopoli kaum laki-laki. Kesadaran kaum wanita untuk mempelajari ICT semakin meningkat, karena dengan ICT mereka dapat memperoleh informasi yang tak terbatas sehingga bisa meningkatkan diri pengetahuan di berbagai bidang. Dikatakan oleh Direktur Pemberdayaan Telematika Bambang Soeprijanto bahwa yang diberdayakan oleh Depkominfo bukan ICT/telematikanya tetapi masyarakatnya. ”Melelaui pendekatan masayarakat desa untuk mengenal ICT dan diselaraskan/disesuaikan dengan kultur setempat akan meningkatkan pendapatan penduduk desa tersebut.” katanya. Menyinggung Konvergensi ICT, Bambang Soeprijanto menegaskan, sebenarnya konsep konvergensi telah tercermin dalam perangkat-perangkat yang sudah biasa kita gunakan sehari-hari yakni alat-alat yang berbau elektronik, salah satunya adalah telepon genggam yang saat ini sebagai alat komunikasi untuk memperoleh informasi dengan cepat. Lebih lanjut dikatakan, bahwa dengan semangat Kartini dan Kebangkitan Nasional, diharapkan para kartini era sekarang lebih giat belajar dan menguasai ICT. ”Marilah Kartini-Kartini masa kini lebih semangat mengenal, memahami dan memperlajari serta menguasai ICT”.katanya. Beberapa kegiatan yang dilakukan Depkominfo berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat diantaranya dengan membangun pusat informasi masyarakat atau yang dikenal dengan Community Access Point (CAP) di beberapa pondok pesantren yang tersebar di 40 lokasi yang dapat berfungsi sebagai tempat pembelajaran/pelatihan masyarakat sekitarnya. Untuk daerah yang tidak terjangkau akses internet, Depkominfo telah mengadakan Mobile-CAP (M-CAP) atau mobil wartel-warnet keliling. *** Kegiatan tersebut dilaksanakan pada , Hari Rabu, 4 Juli 2008, bertempat di RRI dan TVRI Lampung dengan menampilkan pembicara Bambang Soeprijanto, SH, MSc (Direktur Pemberdayaan Telematika, Ditjen Aplikasi Telemtika Depkominfo RI) dan Ibu Mardiana ST, MT (Manager ADPC Universitas Lampung). (Ind/tri).