| MENKOMINFO: DENGAN PENGUASAAN TEKNOLOGI DIHARAPAKAN INDONESIA PUNYA KEMANDIRIAN
|
Jakarta, (APTEL) - Dengan penguasaan teknologi informasi, bangsa Indonesia harus terlepas dari tahap ketergantungan menjadi bangsa yang punya kemandirian. Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA, membuka pameran Information Communication Technology (ICT) Expo 2008 di Hall D JI Expo PRJ Kemayoran, Jakarta. , Rabu (21/5/2008).
“Lebih baik lagi kalau dapat sampai ke tahapan saling memberikan atau saling tergantung (interdependency) yaitu melakukan sesuatu dengan saling berkerjasama,” ujar M. Nuh.
Tahapan itu menurut dia, dapat menjadi kebijakan dasar untuk mengembangkan teknologi informasi yang memiliki market based, production based, research and development based serta share order.
“Masyarakat telekomunikasi telah mematahkan paradigma yang selalu mengatakan harga-harga selalu naik dengan menurunkan tarif telekomunikasi hampir 30%,” kata M.Nuh
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah akan membuat kebijakan untuk mendorong kemajuan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam negeri dan menjadikannya tuan rumah di negeri sendiri. Namun di sisi lain, pemerintah juga tetap akan mempertahankan asing sebagai mitra untuk kemudian sama-sama mengembangkan bisnis ICT bersama lokal.
"Kita ingin posisi kita interdependensi. Jadi antara lokal dan asing saling membutuhkan, saling menghargai, dan saling menguntungkan," kata Menkominfo "Keberpihakan kita terhadap lokal memang harus dipertahankan. Namun di satu sisi, kita juga tidak mati-matian menutup diri dari asing, karena kita masih butuh mereka agar kita juga bisa berkompetisi,"imbuhnya.
Menkominfo juga mengatakan, untuk mencapai misi tersebut, pemerintah pada tahap awal akan menggeser kebijakannya dengan menjadikan industri ICT di Indonesia, dari sekadar pasar pengguna menjadi berbasis produksi.
"Nanti kalau kita sudah naik kelas jadi production based kita harus menuju arah negara berbasis research and development," ujarnya. "Alangkah indahnya kalau perusahaan ICT asing yang besar itu bisa diajak bermitra dengan kita. Sehingga nantinya, hasil riset kita tidak hanya diproduksi di Indonesia, tapi juga di negara lain," tandasnya.
Sementara itu Ketua Masyarakat Telekomunikasi (Mastel) Dr. Giri Suseno dalam sambutannya juga menyampaikan tujuan ICT Expo ini menyelesaikan masalah kesenjangan informasi di Indonesia baik dari sektor pendidikan, bisnis, komunikasi dan pemerintahan dan memberikan manfaat juga ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi.
Pameran yang diselenggarakan untuk memperingati 100 tahun Harkitnas ini bertemakan “Pembangunan dan perkembangan ICT menuju persatuan dan kesejahteraan” diikuti oleh 140 perusahaan.
***
Sekedar diketahui , pameran ICT ini bertempat di Hall D Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta yang kan berlangsung 21-24 Mei 2008 dalam rangkaian Pameran dan Konferensi bertajuk ICT Expo 2008 Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan e-Indonesia Initiatives Forum (eii) dan didukung oleh Depkominfo, DPI, DETIKNAS dan KADIN serta para sponsor.
Acara pameran diikuti perusahaan dalam dan luar negeri yang berkecimpung di dunia ICT. Dari dalam negeri, Hariff DTE dan Indonesian Tower menampilkan produk WiMAX versi Indonesia hasil rancang bangun putera-puteri Indonesia sedangkan INTI menampilkan solusi aplikasi NGN. Selain itu pameran juga diikuti operator telekomunikasi seperti TELKOM Group, Indosat dan Esia serta grup media seperti MNC dan MetroTV. Dari luar negeri, Singapura, Malaysia dan Taiwan membuka paviliun khusus untuk industri ICT yang ada di negeranya.
Selain pameran dilangsungkan juga Temu Nasional dan Konferensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Indonesia ke-4 dan Konferensi Internasional Tentang Chief Information Officer (ICCIO) ke-2. Puluhan makalah dipresentasikan dan dibahas selama 3 hari konferensi yang meliputi topik-topik berkaitan dengan infrastruktur, aplikasi, pengelolaan, industri TIK. (BTS)
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|