Jakarta, (APTEL) – Memanfatkan Teknologi Informasi (TI) khususnya internet dapat dianalogikan seperti petani yang mencangkul kebun. Bertani di dunia maya untuk menggali informasi guna pembelajaran berbagai hal, yang diharapkan dengan informasi yang telah diperoleh akan diterapkan untuk melatih ketrampilan, bila ketrampilan sudah diperoleh tentunya akan meningkatkan produktifitas yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan pendapatan sehingga bisa mengatasi kemiskinan. Hal itu diungkapkan Direktur Pemberdayaan Telematika, Depkominfo, Bambang Soeprijanto, SH.M.Sc. saat mewakili Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi membuka Bimbingan Teknis penerima bantuan CAP, di Hotel Sriwijaya Jakarta, Rabu (5/12). “ Kita ibarat petani, jika rajin menggali lahan informasi untuk belajar dan melatih ketrampilan maka diharapkan akan meningkatkan produktifitas yang dapat dijajakan, sehingga akan meningkatkan pendapatan, yang pada gilirannya akan mengentaskan kemiskinan.”katanya. Lebih lanjut dikatakan dengan bantuan komputer CAP ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat tidak terbatas pada sekolah ataupun Madrasah, Pesantren dan lembaga keagamaan yang mendapat bantuan. Dengan penguasaan TI, diharapkan pula masyarakat daerah dapat mempromosikan berbagai produk budaya lokal, sehingga akan diketahui oleh masyarakat dunia. “Promosi budaya lokal, misalnya tarian, kesenian daerah, produk unggulan, bisa dikenal masyarakat dunia dan sebaiknya pemerintah daerah memberikan perhatian khusus untuk mendaftarkan kekayaan budaya lokal ke HAKI, sehingga tidak diklaim negara lain. ”jelasnya. Dikatakan pula bahwa Depkominfo selama ini bekerja dengan melibatkan stakeholder dengan pendekatan kerjasama multi pihak (public privat partnership) dalam rangka pengenalan, pemberdayaan pemanfaatan Teknologi Informasi kepada masyarakat. Untuk itu peran pemerintah, pihak swasta, akademisi dan masyarakat madani sangat mementukan untuk tercapainnya masyarakat informasi pada 2015. Sementara itu Ketua Panitia Mansur Syahran dalam laporannya mengatakan bahwa pelatihan dilakuan selama 5 hari dengan jumlah peserta 40 orang yang masing-masing mewakili daerah penerima CAP. Diharapkan pula dari hasil pelatihan ini, pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh selama mengikuti Bimtek (bimbingan Teknis) bisa diajarkan kepada komunitas masyarakat peduli TI di daerahnya. (B.Tri).