Jakarta, (APTEL) - Sumber pengetahuan tidak terbatas yang ada pada Dosen, buku, majalah, surat kabar, TV dan Radio saat ternyata masih kurang. Hadirnya media baru yang bernama Internet semakin melengkapi sumber pengetahuan itu hingga tak terbatas. Hal itu dikatakan Azkar Badri, Kasubdit Pemberdayaan Telematika Perkotaan, Depkominfo, pada acara kampanye Internet sehat di Purwakarta, Selasa (4/12). Lebih lanjut dikatakan, internet merupakan perpaduan antara Teknologi Informasi (TI) dan Telekomunikasi. Kebutuhan manusia berkomunikasi ditirukan kepada komputer, sehingga muncul teknologi yang memungkinkan komputer berbicara dengan komputer lain, atau yang kemudian disebut komunikasi data. Keterhubungan antara komputer membentuk jaringan . Seperti halnya manusia membuat hubungan dengan manusia lain. Disinilah yang kemudian menghasilkan jaringan komputer global atau Internet. William Gibson tahun 1984 yang pertama kali memperkenalkannya dengan istilah Cyberspace mengatakan bahwa internet suatu jaringan komputer masa depan yang digunakan manusia dengan menghubungkan pikirannya ke dalam jaringan tersebut. “Melalui internet orang dapat berbagi informasi, berbagi ilmu pengetahuan ( Down load dan Upload) dalam jagad raya ini yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Untuk kemajuan umat manusia, ia tidak bisa lari dari ketregantungan pada internet, hari demi hari semakin meningkat jumlah para Netter (Pengguna Internet). Indonesia saat ini tidak kurang dari 10 % dari total penduduk (230 juta) yang tetap mengakses ke internet, yang tahun 2006 menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) hanya 20 juta orang. Sementara masyarakat dunia 1- 1,5 milyar terhubung ke Cyber Space.”jelasnya. Azkar menambahkan, seiring dengan itu, penelitian sebuah lembaga di Amerika Harvad's Shorentein Center on The Press, Polotics and Public Policy baru-baru ini menunjukan pengguna internet untuk mencari informasi meningkat, sebaliknya pengguna televisi dan surat kabar menurun. Tahun 2006 lalu sirkulasi surat kabar turun 3 %, Televisi dan radio kehilangan jutaan pemirsa. Goegle dan Yahoo yang menampilkan berita serta mesin pencari berita dikunjungi para netter hampir 100 juta/bulan ( Media Indonesia 20 Agustus 2007). Masyarakat informasi sudah menjadi kesepakatan bersama dunia. Dalam forum Internasional yang disebut Konprensi Tingkat Tinggi Dunia tentang masyarakat Informasi (Word Summit on The Information Society ( WSIS) yang merupakan inisiatif PBB diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) pada Desember 2003 di Genewa dan Nopember 2005 di Tunisia yang menetapkan bahwa pada tahun 2015 seluruh penduduk dunia, termasuk Indonesia 50 % nya sudah tidak gagap teknologi informasi dan terakses Internet. “Kenapa begitu pentingnya masyarakat informasi. Karena masyarakat informasi dari sudut politik adalah masyarakat yang demokratis, dimana proses komunikasi tidak terpusat atau menyebar, bersifat horisontal, interaktif dan dialogis serta membangun partisipasi. Dari sudut budaya adalah masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan (Knowledge based Society), memanfaatkan informasi dan pengetahuan serta tepat guna dan sesuai kebutuhannya. Dari sudut ekonomi adalah masyarakat yang pertumbuhan ekonominya karena menguasai informasi dan ilmu pengetahuan. Begitulah pentingnya informasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”imbuhnya. Dalam konteks ini pula Departemen Komunikasi dan Informatika sebagai Institusi pemerintah meletakkan visinya terwujudnya masyarakat informasi yang sejahtera mealului penyelenggaraan komunikasi yang efektif dan Efisien dalam kerangka Negara Kesataun Republik Indonesia. Saat berita ini diturunkan kegiatan kampanye internet sehat sedang berlangsung. (B.tri)