Samarinda, (APTEL)- Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) yang pesat akan tidak seimbang bila tidak diikuti oleh penetrasi internet yang memadai. Sementara penetrasi internet di Indonesia baru mencapai1,5 persen dari jumlah penduduk. Untuk itu pengenalan dan pemberdayaan TIK bagi masyarakat perlu didorong, karena sebenarnya tidak ada yang sulit untuk belajar mengunakan TIK jika ada kemauan. Hal itu diungkapkan Bambang Soeprijanto Direktur Pemberdayaan Telematika Depkominfo, di RRI Samarainda, Sabtu (17/11). Lebih lanjut dikatakan, bilsa masyarakat sadar akan pentingnya TIK di dalam mempermudah pekerjaan, bisnis, perkantoran, pendidikan dan lainnya, tentunya target pemerintah untuk mewujudkan masyarakat informasi pada Tahun 2015 akan terwujud. Sementara itu Adi Firmansyah dari Grand Disain IT Samarinda mengungkapkan, pencapaian masyarakat informasi pada tahun 2015 akan terlalu lama, mengingat perkembangan teknologi saat ini sangat pesat, serta mulai tumbuh kembangnya minat masyarakat terhadap TIK. ”Setiap hari masyarakat telah bersentuhan dengan TIKpengguna HP tertentu sudah dapat mengakses berbagai informasi, nonton TV di ponsel, kirim email, cating, SMS, MMS, bikin film pendek dan sebagainya.”katanya. Banyaknya kelompok pembelajaran TI sangat memungkinkan mendorong ke arah pencapaian masyarakat informasi, apa lagi pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan. ”Sebenarnya kita tidak usah selalu bergantung kepada pemerintah, karena pemerintah kemampuannya sangat terbatas. Dengan tekad dan semangat yang kuat meski dengan sarana yang ada akan mempercepat proses penularan penguasaan TI kepada orang lain”jelasntya. Lebih lanjut Adi mengatakan, di Samarinda sendiri setiap malam Minggu kelompok pengguna dan relawan TI berkumpul untuk membahas dan saling tukar pengalaman seputar TI. Sementara itu interaktif pendengan menanyakan masalah pemanfaatan TI untuk mensukseskan Pilkada dan peningkatan taraf hidup masyarakat (B.Tri).