| PENGEMBANGAN IT DI DAERAH TERTINGGAL SECARA MANDIRI BISA DILAKUKAN
|
Ambon, (APTEL) – Pengembangan TI di derah tertinggal bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para investor dengan biaya yang relatif murah. Meski masyarakat di daerah pinggiran dan kawasan tertinggal soal teknologi informasi (TI), tetapi sebenarnya bisa diatasi dengan kerja keras antara tokoh masyarakat yang peduli dengan TI dan pemerintah daerah. Mereka dapat membicarakan solusi terbaik, bagaimana pembangunan infrastruktur yang cocok untuk daerahnya serta pemilihan perangkat keras yang dipergunakan, agar biaya bisa ditekan seminimal mungkin. Hal itu di katakan Zulfikar Mohammad Rahman.MMS. pengamat IT dari Indonesia Telecenter Net Work, dalam dialog interaktif di RRI Ambon, Sabtu sore, (10/11).
“Perlu membangun “critical mass” dengan duduk bareng, membicarakan solusinya yang akan lebih efektif, sehingga bagaimana meyiapkan dan memilih infrastruktur, pengembangan SDM, dilakukan secara terintegrasi.”katanya.
Di wilayah Indonesia Timur memang penetrasi kurang, tetapi jika usaha sosialisasi pemanfaatan TI sudah dirasakan masyarakat dan penetrasi sudah tinggi, maka dampakya akan terlihat signifikan. Pemanfaatan TI tidak harus barang baru, tetapi yang sudah ada bisa dimanfaatkan secara maksimal. Misalnya di Perguruan Tinggi atau Sekolah yang telah punya perangkat komputer dan terkoneksi ke internet, jika membuka diri untuk masyarakat akan terasa manfaatnya.
“Bali bagian barat merupakan daerah miskin, bukan daerah wisata, tetapi mempunyai jaringan wireless yang bagus. Malang cukup bagus. Beberapa daerah Kebumen, Banyuwangi juga bagus. Dengan dibangunnya jaringan internet, maka proses sosialisasi kebijakan Pemerintah daerah lebih gampang. Masyarakat dengan mudah melihat rencana Pemda untuk 5 sampai 10 tahun mendatang sehingga masukan, kontribusi masyarakat langsung bisa disampaikan dan umpan balik dapat diterima oleh pemerintah daerah dengan cepat.”katanya.
Selanjutnya Zulfikar mengatakan, contoh pemanfaatan internet bagi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup misalnya Telecenter yang ada di daerah Muneng dan Kertosari (wilayah jawa), masyarakat setempat bisa mengakses informasi yang berkaitan dengan tanaman obat, bagaimana membudidayakannya dan apa manfatnya. Dengan adanya informasi dari internet tersebut, masyarakat bisa mengurangi berobat ke dokter, sehingga biaya hidup di pos kesehatan bisa ditekan seminimal mungkin.”katanya.
Lebih lanjut ia mencontohkan, kelompok pengembang biak jangkrik, melalui internet bisa ngobrol dengan peternak Burung dan Tokek yang notabene mengkonsumsi jangkrik. Selanjutnya dilakukan ”temu darat” untuk membicangkan keperluan masing-masing. Dengan peristiwa itu kemudian para pemuda desa membuka budidaya jangkrik yang kemudian diikuti oleh pemuda desa sekitarnya. Disini terbukti peran teknologi informasi dan komunikasi bisa meningkatkan pendapatan dan tarap hidup masyarakat.
Masyarakat membayangkan bahwa Teknologi Informasi itu sesuatu yang sangat susah untuk dipelajari. Sebenarnya masyarakat sendiri telah terbiasa dengan sebagian teknologi informasi itu sendiri, penggunaan telepon genggam untuk berbagai keperluan, radio, televisi merupakan bagian pemanfaatan TI. Pengoperasian PC sebenarnya juga sangat mudah dilakukan tinggal klik saja. Sebaiknya dikenalkan mulai dengan yang sangat mudah, jika anak-anak mulai dari game dan sebagainya.
Internet semakin ramah dan nyaman serta memberikan kemudahan bagi banyak orang untuk berkontribusi dan menyuarakan pendapat. Di Wikipedia, Kamus Dunia dimana semua orang di dunia bisa berkontribusi untuk menulis bidang apapun sesuai dengan kemampuaanya adalah merupakan hasil kerja bersama sehingga datanya bisa akurat. Dengan Blogging- orang bisa megomentari sesuatu informasi serta terjadi dialog sehingga permasalahan yang ada bisa dicari solusinya.
***
Sementara itu Abraham Tualesi pengamat TI di Ambon mengatakan, kendala geografis di Ambon dengan banyaknya pulau terpencil, memang akan menyulitkan arus informasi hingga ke masyarakat pinggiran. Tetapi dengan pembangunan sarana Teknologi informasi yang tepat serta melibatkan peran dunia pendidikan seperti, para guru, dosen, mahasiswa, sesusah apapun permasalahan yang ada akan dapat teratasi. Diharapkan mereka menjadi barisan terdepan dalam mempelopori meningkatan SDM di bidang teknologi Informasi. Dengan pembangunan jaringan TI diharapkan conten-conten lokal akan muncul menghiasi dunia maya, misalnya dengan menggunakannya sebagai promosi daerah, pariwisata, produk, harga, dan lainnya.
Dialog interaktif yang merupakan salah satu program Dit. Pemberdayaan Telematika bertujuan untuk lebih memperkenalkan dan mensosialisasikan pemanfaat TI dalam rangka menuju masyarakat Informasi Indonesia di masa mendatang. Pelaksanaan dialog interaktif melalui jaringan radiopublik di daerah, diharapkan dapat memperluas jangkauan pemerataan diseminasi informasi publik. (B.tri)
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|