Ambon, (Aptel) – Pemerintah Daerah Maluku akan dukung pembangunan jaringan Teknologi Informasi ( TI) pada 2008 mendatang. Suport untuk pembangunan TI di Maluku memang telah dijanjikan untuk Tahun 2008 melalui pendekatan kepada Gubernur yang dianggarkan pada APBD. Pemda sebenarnya peduli untuk membangun informasi di Maluku, hanya saja pada saat ini prioritas pembangunan untuk sarana sosial pasca konflik Hal itu diungkapkan oleh Abraham Leasi dalam dialog interaktif di TVRI Ambon, Sabtu malam, (10/11). “Meski pembangunan sarana TI dirasakan ketinggalan kereta dibanding daerah lainnya, namun Abraham menegaskan bahwa rencana pembangunan prasarana sosial pasca konflik memang lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan bidang lainnya. Pembangunan fisik dan non fisik, serta pembangunan apapun akan tidak ada hasilnya, bila tidak dikomunikasikan dengan baik, untuk itu pembangunan jaringan TI sangatlah penting ”katanya. Lebih lanjut dikatakan, berdiskusi dan duduk dalam satu meja antara tokoh masyarakat, orang –orang TI dan pemerintah daerah akan lebih baik dalam menentukan solusi berkaitan dengan masalah pengembangan TI di Maluku. Masyarakat pedesaan membutuhkan informasi dan komunikasi yang lancar sehingga stabilitas juga terjaga. “Kita butuh masyarakat akar rumput untuk menyuarakan pendapatnya dan mendorong pemerintah daerah menentukan kebijakan” jelasnya. *** Sementara itu dalam kesempatan yang sama Zulfikar dari Indonesia Telecenter Net Work mengatakan, ngumpul bareng komunitas TI Maluku dengan Pemda akan menghasilkan keputusan dan solusi yang lebih baik. TI bagi sebagain orang berangapan memerlukan infestasi yang sangat besar jika dilihat dari sisi jaringan. Jika satu Kabupaten memakai wireless tidak mahal. Ia mencontohkan di Bali Pemda membangun jaringan wireless dan kecamatan memasang sendiri perangkat untuk berkoneksi. Duduk satu meja antara Pemda, swasta, komunitas TI, dimungkinkan adanya solusi yang tepat untuk pembangunan TI di Maluku. “Kita butuhkan orang seperti Pak Abraham ini untuk mendorong pemda Maluku, untuk diajak ngumpul bareng, menghitung infrastruktur yang di gunakan mengingat daerah kepulauan. Pemda Maluku sebaiknya menggunakan teknologi wareless, akan lebih efektif. Di tingkat kecamatan tinggal menyiapkan PC dan perangkat lainnya untuk menangkap sinyal wireless secara swadaya. Hal ini akan menekan biaya lebih murah. Dengan nilai investasi sekitar 3 milyar, maka seluruh desa, kecamatan dan kabupaten din Maluku sudah bisa terkoneksi”tegasnya. Lebih lanjut Zulfikar mengatakan, TIK membantu mempercepat komunikasi, sedangkan internet Bloging, memungkinkan seseorang untuk bikin koran sendiri, menyimpan foto dan orang lain bisa mengkomentari isi blog, blok juga berfungsi untuk ajang diskusi suatu topik, hingga ke masalah bisnis. Dari interaktif dengan pemirsa menyayangkan banyaknya orang yang belum tahu manfaat TI serta belum adanya keseriusan Pemerintah Daerah untuk ikut serta mempelajari dan mengembangkan TI. Dengan TI, biaya komunikasi, usaha bisa ditekan menjadi murah dan dengan hasil yang optimal, asal ditunjang dengan SDM yang memadai. Sementara itu masukan dari pemirsa terhadap kualitas siaran TVRI agar memprioritaskan penayangan program acara daerah, tidak mengulang siaran TV lain serta menampilkan hasil liputan lokal yang dirasa lebih baik. (B.Tri).