Jakarta, (Dayatel) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh main Ketoprak dengan komunitas postel dalam rangka hari jadi Postel yang ke 62. Pergelaran ini termasuk yang paling banyak melibatkan pemaian yang terdiri dari para pejabat dilingkungan postel dan para Direktur, Direktur Utama dari berbagai operator telekomunikasi. Dalam sambutannya sebelum pergelaran dimulai Moh Nuh yang telah memakai kostum ini mengatakan, tolok ukur kesuksesan dari pementasan ini adalah jika para penonton mau menonton hingga akhir pertunjukan. Penguasaan terhadap peran masing-masing menjadi nomor dua, yang penting adalah mau main dalam nuansa kebersamaan. Hal itu dikatakan di Balai Kartini Jakarta, Selasa (5/9). Sementara itu di belakang panggung Moh Nuh juga mengatakan bahwa, keterlibatanya dalam main ketoprak ini sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kesenian ketoprak agar dapat berkembang sesuai tuntutan kemajuan jaman dan tidak terlindas oleh kemajuan teknologi. Menkominfo juga menambahkan, tidak hanya kesenian Ketoprak saja yang akan menjadi perhatiannya tetapi kesenian tradisional lain yang masih mendapat dukungan masyarakat penontonya dengan kuat, akan ikut diperhatikan seperti Ludruk, wayang kulit, wayang orang dan lainnya. Pentas kali ini memang betul- betul mengocok perut penonton, bagaimana tidak karena kesibukan yang luar biasa sehingga Pak Nuh tidak sempat menghafal naskah yang sudah ada, dalam adegan agung yang dipimpinya beliau mengeluarkan naskah kepekan yang dibaca dengan santainya. Gelak tawa penontonpun meledak kala itu. Tetapi hal ini mungkin disengaja oleh Pak Nuh, untuk menghidupkan suasana agar lebih segar. Suasana semakin heboh ditambah lagi dengan canda cela Eko pemain Srimulat yang selalu mengejek ketika pemain pemain pejabat ini salah ngomong. Pak Basuki Yusuf Iskandar Dirjen Postelpun kena semprot oleh Eko, gara-gara lupa melepas kaos kaki, atau memang lagi kurang enak badan. Humas Postel Gatot Dewa Brata yang main memakai kaca mata pun tak luput dari celaan Eko. Meski adegan pertama secara pertunjukan ketoprtak ruh nya hilang, tetapi penonton sangat terhibur dengan ulah para pejabat yang di panggung yang mampu mengocok perut penonton hingga tak henti-hentinya tertawa. Secara keseluruhan pentas Ketoprak ini sukses, dan mudah-mudahan menjadi titik awal kebangkitan kesenian tradisional dan kebangkitan para pejabat untuk memperhatikan kesenian tradisi warisan luhur budaya bangsa. (BTS).