Jakarta - (APTEL), Masyarakat, sektor swasta dan pemerintah mengharapkan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (telematika) di Indonesia menjadi lebih terarah dan terintegrasi serta tidak tumpang tindih pengembangannya mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dalam sambutan tertulisnya pada Workshop yang bertajuk ”Membangun Infrastruktur dan Perangkat Komunikasi di Lembaga Pemerintah” Rabu (27/6) di Ruang Melati Lt. 2- Hotel Millinium Kebon sirih, Jakarta Pusat. ”Oleh karenanya pemerintah menyusun konsep sistem informasi nasional sebagai acuan /panduan bagi penyusunan national e-strategi di Indonesia yang dilengkapi dengan konsep pelaksanaan secara makro melalui program e-Indonesia yang di dalamnya termasuk e-coverment.” katanya. Lebih lanjut dikatakan, pengembangan e-goverment merupakan upaya untuk menyelenggarakan pemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Disebutkan pula pemerintah melalui Depkominfo telah mengeluarkan kebijakan dan strategi nasional pengembangan e-goverment melalui INPRES No.3 Tahun 2003 yang merupakan payung bagi seluruh kebijakan pengembangan e-goverment dapat dilaksanakan secara sistematik dan terpadu. Terkait dengan pentingnya kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi dalam penerapan e-goverment, pemerintah telah berinisiatif memfasilitasi terbentuknya konsorsium serat optik nasional palapa ring. ”Palapa ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 33 ibukota provinsi dan 440 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia. Jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan jasa pengguna telekomunikasi yang membutuhkan transfer data dalam kecepatan tinggi/pita lebar. ”katanya. Jaringan ini akan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara jaringan telekomunikasi di Indonesia bagian Barat.” imbuhnya. Ditegaskan pula, dari konsorsium yang terbentuk diharapkan terjadi bebe rapa dampak positif seperti efisiensi yang akan mendorong tarif layanan telekomunikasi semakin murah, percepatan pembangunan telekomunikasi di wilayah timur Indonesia, kompetisi sesama angota konsorsium diharapkan berjalan dengan baik, serta jaringan palapa ring akan mendukung proyek USO untuk Indonesia bagian timur. (Bts).