Jakarta, (Aptel) - Dirjen Aplilkasi Telematika Depkominfo Cahyana Ahmadjayadi menyampaikan bahwa pemerintah mulai mengkampanyekan dan menata nama domain dot id bagi masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan kecintaan dan jati diri bangsa Indonesia, nama domain dot.id disarankan untuk di pakai oleh para pengguna nama domain di Indonesia dengan mengkampanyekan “dot id for your id”. Hal itu disampaikan Dirjen Aptel saat jumpa pers di Kantor Kominfo, Jumat (22/6). “Orang terbiasa memakai dot com biasanya merasa lebih nyaman, lebih global lebih diakui sedunia, dan bisa diakses seluruh dunia. Kesanya seperti itu. Padahal yang menggunakan dot id ya sama saja, karena yang namanya internet linknya kemana-mana.”jelasnya”. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pengelolaan nama domain dot id akan dilakukan oleh mitra kerja Depkominfo yakni Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI). PANDI adalah lembaga nirlaba yang digandeng Kominfo untuk mengurusi nama domain id dan beroperasi mulai bulan Juli 2007. Sementara itu disebutkan terdapar lebih dari 38.000 nama domain id, yang berati terdapat pertambahan sebanyak 18.000 domain selama hampir 2 tahun dikelola Depkominfo. PANDI mentargetkan 1 juta nama domain id untuk tahun 2010. Mengawali sosialisasi penggunaan nama domain id, akan diselengarakan lomba disain logo id dan karaya tulis tentang pentingnya domain internet Indonesia. Cahyana Ahmadjayadi juga menyebutkan bahwa RUU IT serta Cyber Low saat ini sudah selesai di bahas di tingkat PANSUS dan diharapkan selesai Tahun 2007 ini. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa semangat membangun civil sociaty merupakan pilar terbentuknya masyarakat madani. “Inilah flatform penting, karena nama domain akan termanfaatkan kalau aplikasi-aplikasi universalnya muncul di atasnya. Semua perangkat yang sifatnya regulatif seperti; email, transaksi elektronik, e-commerse, e-procurement dan lainnya juga menjadi flatform tumbuh kembangnya internet. “imbuhnya”. Selain itu Depkominfo pada Tahun 2007 ini juga meluncurkan program ”dot ID Saja” yang digalakan dengan tujuan meningkatkan pemanfaatan ”bandwidth” dalam negeri serta mengoptimalkan pengunaan ”bandwid” internasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan yang biasa disediakan oleh pihak luar negeri seperti web blog, gruop, instan mesenger. Dan mesin pencari dan rencananya akan disediakan ”mirror” untuk content seperti “Open Source Ware MIT”. (Bts).