Jakarta, (kibas)- Aktualisasi makna Kebangkitan Nasional Dalam Rangka Memeperkokoh Indonesia yang damai, dan Sejahtera, dikandung maksud yaitu penciptaan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera selaras dengan semangat rakyat dan bangsa Indoensia saat ini yang secara ekplisit diamanatkan dalam tuntutan rakyat melalui gerakan reformasi yankni menciptakan Good governance dalampenyelengaraan pemerintahan yang bersih, anti korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Hal itu dikatakan Menkominfo Mohammad Nuh dalam sambutan tertulisnya di Bidakara, Rabu (16/5). Pelestarian dan aktualisasi nilai-nilai Kebangkitan nasional tersebut sebagai kerangka dasar memeperkokoh terwujudnya Indonesia yang adil, damai dan sejahtera seharusnya dimaknai sebagai peristiwa penting dan strategis untuk mengekplorasi potensi bangsa untuk keutuhan NKRI. Semangat Kebangkitan Nasional yang telah lama ditanamkan Budi Utomo hendaknya dapat menjadi pegangan kita bersama. Peristiwa lahirnya Budi Utomo yang dikenal dengan Kebangkitan Nasional hingga Sumpah Pemuda tahun 1928, memang telah mengingatkan kita semua, bahwa kesatuan dan persatuan bangsa tidaklah terjadi dengan sendirinya. Kesatuan dan persatuan itu juga merupakan hasil dari harapan, kesepakatan dan upaya yang tidak putus-putusnya untuk membangun suatu masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat kita yang majemuk. Gelorakan Semangat Kegiatan dimaksudkan dapat menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa kepada kalangan masyarakat luas tentang urgensi nilai semangat Kebangkitan Nasional dalam perwujudan dan mengimplementasikan semangat untuk memperkokoh Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera. Seminar ini menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan menampilkan 4 Narasumber Terdiri dari :DR.H.M.Hidayat Nur Wahid MA, Ketua MPR-RI, yang menyampaikan makalahnya dengan judul ”Manifestasi Kebangkitan Nasional Di Era Reformasi dan Globalisasi. Prof.DR.Komaruddin Hidayat, Rektor UIN, dengan makalh bertjudul ” Strategi menanamkan nilai-nilai Kebangsaan Untuk Generasi Muda. DR.Asvi Warman Adam, LIPI, menyampaikan makalah dengan judul ”Kebangkitan Nasional dalam Perspektif Sejarah Indoensia” WS. Rendra, Budayawan, menyampaikan materi ” Pelestarian Budaya Peringati Hari Kebangkitan Nasional Sebagai Strategi Memelihara Keutuhan NKRI”. Bertindak sebagai moderator Nurul Arifin. Seminar ini diikuti oleh berbagai khalayak masyarakat lintas generasi diantaranya; instansi pemerintah, Unsur mahasiswa Perguruan Tinggi di Jakarta, Unsur pelajar setingkat SMU di Jakarta, Organisasi Pemuda, Organisasi wanita, Legium Veteran, Generasi Tua, Pepabri, Warakawuri, Media Massa, Dosen dan Guru se-Jabotabek. (tri)