Jakarta, (Aptel)- Teknologi Informasi dan Komunikasi sebaiknya dimanfaatkan secara benar agar berdaya guna dan berhasil guna, kesalahan pemanfaatan tidak akan memberikan kemaslahatan kepada umat tetapi sebaliknya. Demikian dikatakan Meristek Koesmayanto Kadiman dalam sambutannya pada acara serah terima perangkat computer untuk tunanetra, di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus, Kamis (22/3). Kita ibarat kerbau yang dunggu dan teknologi adalah tanduknya, dan berharap semua hal dapat akan kita selesaikan dengan tanduk, hingga mengusir lalat yang ada di pungggung pun harus menggunakan tanduk. Hal ini tentunya hanya akan melukai diri sendiri. Demikianlah analogi pemanfaatan teknologi, tidak semua hal bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi. Intuisi dan daya nalar manusia justru sangat diperlukan, katanya. Ia menambahkan bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua, satu sisi bisa membantu menyelesaikan pekerjaaan tetapi di sisi lain juga bisa digunakan untuk kejahatan dan bisa pula melukai diri sendiri. Dalam kesempatan tersebut Presiden Direktur IBM Betti Setiastuti Alisjahbana juga menyampaikan rasa bangga dan cintanya karena dapat melakukan kerjasama dengan Yayasan Mitra Netra. Dalam presentasinya menggambarkan bahwa tunanetra di beberapa Negara bahkan telah menyumbangkan karyanya di bidang riset teknologi melaui riset IBM dengan hasil yang sangat memuaskan. Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang berkenan berkontribusi untuk para tunanetra. Menurut Bambang penanganan Tuna Netra dan penyandang cacat lainnya merupakan tangung jawab bersama semua pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Untuk itu Bambang berharap dengan pengenalan teknologi informasi untuk masyarakat khusus seperti tuna netra diharapkan akan ada lebih banyak hal yang dapat dilakukan oleh kaum tuna netra sehingga mereka akan lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mampu merangsang dan menggerakan potensi tuna netra di seluruh Indonesia untuk dapat berkarya serta memberikan kontribusi karya nyata kepada Negara setara dengan masyarakat yang normal. Yayasan Mitra Netra juga telah melakukan berbagai program untuk pemberdayaan masyarakat, antara lain pengembangan web site dengan alamat www.mitranetra.or.id dan memprodusi buku tuna netra, baik dalam bentuk Braille maupun buku bicara (dalam bentuk kaset dan CD), mengembangkan perpustakaan Braille on line pada www.kebi.or.id sebagai media kerjasama antar lembaga yang memproduksi buku Braille di Indonesia, serta mengembangkan layanan internet khusus untuk tunanetra dengan menyiapkan computer yang dilengkapi perangkat lunak pembaca layar dan akses internet, serta media komunikasi antar tuna netra dan penyadang cacat lainnya dengan mailing list mitra-jaringan@yahoogroups.om. Hadir dalam kesempatan tersebut, Prof. DR. Sartono Mukadis, dari Fakultas Spikologi Universitas Indonesia, Direktur Pemberdayaan Telematika Ditjen Aplikasi Telematika Depkominfo Bambang Soeprijanto, yang pada Tahun 2007 juga merencanakan program pemberdayaan ICT untuk masyarakat khusus (tuna netra).