Jakarta, (dayatel)- Program pengenalan dan pelatihan pengoperasian komputer bagi sekolah penerima bantuan komputer dilaksanakan di Pusdiklat Kebon jeruk pada tanggal 12 hingga 15 Maret 2007. Pelatihan dibuka oleh Ses Ditjen Badan Litbang SDM Sarwoto, disaksikan oleh Direktur Pemberdayaan telematika Bambang Soeprijanto, Kapusdiklat Iza Anshari, Kepala Kanwil IV Bank Mandiri Jakarta Thamrin Bunasor S.Soetamerta. Senin (12/3). Dalam sambutannya Sarwoto mengatakan untuk mendukung kesepakatan WSIS maka diperlukan kerja keras pemerintah dalam mengoptimalkan program-program pemberdayaan masyarakat di bidang ICT, diantarannya dengan pola kemitraan. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Bank Mandiri yang telah memberikan bantuan sejumlah komputer untuk sekolah. "Melalui kolaborasi dan kerjasama kemitraan ini, kita mencoba untuk meningkatkan survivabilitas program dengan menjadikan sekolah dan pesantren sebagai salah satu basis pembelajaran masyarakat dalam pemanfaatan ICT." katanya. Ditambahkan pula melalui strategi pendekatan dua sisi (two-sided prong strategical approaches) maka langkah pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah diharapkan akan bergulir lebih cepat, sehingga sasaran setengah penduduk Indonesia melek ICT atau e-literate akan cepat tercapai."imbuhnya. Tewujudnya sinergi dan penerapan pendekatan holistic dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang salah satunya diwujudkan dalam program CSR BUMN, diharapkan ikut mempercepat terwujudnya peningkatan kemampuan SDM dalam pemanfaatan ICT. Sementara itu Bunasor S.Soetamerta Kepala Kanwil IV Bank Mandiri Jakarta Thamrin dalam sambutanya mengatakan, Bank Mandiri menyambut baik program pelatihan yang telah diprakarsai oleh Departemen Komunikasi dan Informatika atas terselenggarannya pelatihan terhadap 37 orang peserta dari berbagai sekolah dan pesantren kaitannya dengan program OSOL. Bantuan Bank Mandiri tersebut merupakan bagian dari program Mandiri Peduli Pendidikan, yang merupakan bagian dari program peduli lingkungan, dimana dana tersebut diperoleh dari penyisihan laba bersih Bank Mandiri sebesar 1 %. Kegiatan CSR tersebut salah satu upaya tanggung jawab sosial serta wujud nyata kepeduliannya kepada masyarakat. Ketua Panitia Penyelenggara Pahotan Sitorus melaporkan bahwa hingga akhir Tahun 2006 telah berhasil diserahkan paket komputer bekas maupun baru sebanyak 225 dan 115 yang didistribusikan pesantren yang tersebar seluruh Indonesia. Paket pertama diperuntukan bagi 75 dan paket kedua 20 sekolah. Sementara unsur masyarakat lainnya baik secara mandiri maupun berkolaborasi telah memunculkan prakarsa seperti; CSR Exxon Mobile di Aceh, CSR Qualcomm di Lampung Barat, CSR Huwei di Pacitan, sekolah mandiri di Salatiga, program mobil internet di Kalimantan Timur, Prakarsa Pemerintah Daerah di Solok, dan sebagainnya. Diklat diikuti oleh para guru SD,SMP, Mts, Pesantren yang berasal dari DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. (tri).