| PENINGKATAN DAN PEMANFAATAN ICT UNTUK MENANGGULANGI KESENJANGAN DIGITAL MELALUI MEDIA RADIO
|
Sebagai relaisasi program kerja Direktorat Pemberdayaan Telematika, Ditjen Aptel, telah dilaksanakan dialog interaktif di Radio mengenai peningkatan, pemanfaatan ICT untuk menanggulangi kesenjangan digital melalui media Radio, yang dilaksanakan di 5 Stasiun RRI, di Jakarta 3 kali, RRI Surabaya 1 kali, RRI Semarang 1 kali, RRI Yogyakarta 1 kali dan RRI Semarang 1 kali.
Perkembangan Teknologi Informasi yang amat pesat dewasa ini telah menjadikan TI sebagai kekuatan pendorong reformasi di berbagai bidang. Pemanfaatan Teknologi secara luas telah memiliki implikasi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini dan masa yang akan datang.
Pelaksanaan dialog interaktif di RRI Surabaya dilaksanakan pada Tanggal 24 Mei 2006 dengan tema "Pemberdayaan Generasi Muda Melalui ICT" dengan Nara Sumber Bapak Bambang Soeprijanto, Direktur Pemberdayaan Telematika, Anang Tjahyono (ITS),Tomy Wahyu Ferdianto (STIKOM).
Di RRI Jakarta dilaksnakan pada Tanggal 30 Mei, 13 Juni, 11 Juli 2006, dengan tema "Peranan ICT dalam mengaktualkan kembali semangat Kebangkitan Nasional untuk Sukses dalam Era Global", Peranan informasi dan komunikasi pra dan Pasca Gempa di Yogyakarta, dengan nara sumber Bapak Dirjen Aptel Cahyana Ahmadjayadi (Kominfo), Benny Ranti (KADIN), Wardi (P3M), Awaludin (PT TELKOM),Heru Nugraha (Mastel), Huzna (YLKI), Kombes Pol.Sigit Satata,(POLRI).
Di RRI semarang dilaksanakan pada Tanggal 20 Juli 2006, dengan tema "Meningkatkan Peran Comunity Access point (CAP) dalam rangka Mencerdaskan Kehidupan bangsa", dengan Nara sumber Judit (AWARI), Ngargono (Ketua LP2K), Bambang Soeprijanto (Kominfo).
Beberapa usulan, saran dan pertanyaan yang muncul antara lain; internet adalah jendela dunia yang tanpa batas, yang selama ini paradigmanya justru dikenal sebagai sarana cyber crime, jauh lebih dikenal dari manfaatnya sendiri. Oleh karena itu AWARI dengan Depkominfo akan membuat program kampanye internet sehat agar masyarakat mengenal intenet secara positif. Tantangan bersama adalah bagaimana meminimalkan dampak negatif, dan mengedepankan sisi positif serta berharap ke depan bagaimana mendorong atau menjebatani mereka yang masih gagap teknologi dengan yang sudah melek teknologi untuk saling berbagi pengalaman. Merupakan kewajiban bersama secara global bahwa diharapkan tahun 2015 separoh penduduk dunia sudah melek internet. Di Indonesia sudah dijabarkan oleh Depkominfo melalui Ditjen Postel, tentang Desa berdering pada Tahun 2009, dan desa Pinter (desa Punya Internet) pada 2015. Untuk itu diharapkan ada kerjasama dengan kalangan bisnis untuk mengambil lahan-lahan yang mengandung potensi keuntungan finansial.
Menyinggung internet murah, tergantung pada siapa dan bagaimana menggunakannya, walau Indonesia akses internet masih terlalu mahal, namun diharapkan bukan menjadi penghalang sepanjang bisa memanfaatkannya secara efektif dan efisien.(tri).
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|